Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kemendikbud Ristek Akan Segera Menyalurkan Bantuan Kuota Internet, Cek Ketentuannya

 

Kemendikbud Ristek Akan Segera Menyalurkan Bantuan Kuota Internet, Cek Ketentuannya

Ada kabar baik nih, buat kamu yang sering kehabisan kuota saat pembelajaran daring! Mulai bulan September, pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan kuota internet melalui Kemendikbud buat para pelajar. Tidak hanya pelajar, para pengajar pun juga akan menikmati bantuan kuota tersebut. Lantas, bagaimana cara mendapatkan bantuan tersebut? Simak terus dengan saksama, ya!

 

Pembagian Bantuan Kuota Internet

Seperti yang dilansir dari laman resmi Kemendikbud Ristek, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menyatakan bahwa bantuan kuota internet yang akan disalurkan totalnya senilai Rp2,3 triliun. Bantuan tersebut akan mulai diberikan kepada para siswa/i, mahasiswa, guru, dan dosen selama tiga bulan, yakni September, Oktober, dan November. Bantuan kuota internet ini direncanakan dapat tersalur antara tanggal 11 sampai 15 pad setiap bulannya.

Nadiem yang akrab disapa Mas Menteri tersebut juga menjelaskan pembagian kuota yang akan diterima oleh pelajar dan pengajar. Berikut pembagiannya.

1. Peserta didik pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan diberikan bantuan kuota internet sebesar 7 GB per bulan;

2. Peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan diberikan bantuan kuota internet sebesar 10 GB per bulan;

3. Pendidik pada jenjang PAUD hingga SMA akan diberikan bantuan kuota internet sebesar 12 GB per bulan;

4. Mahasiswa dan Dosen akan diberikan bantuan kuota internet sebesar 15 GB per bulan.

 

Syarat dan Cara Mendapatkan Bantuan Kuota Internet

Perlu diperhatikan bahwa untuk mendapatkan kuota intenet dari pemerintah, kamu harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan. Jika tidak memenuhi hal tersebut, kamu dipastikan tidak bisa memperoleh kuota secara cuma-cuma. Persyaratan dan kriteria ini menyesuaikan jenjang pendidikan, yakni sebagai berikut.

1.  Bagi para peserta didik PAUD, sekolah dasar, dan menengah, wajib sudah terdaftar di Dapodik. Calon penerima pada jenjang ini juga diharuskan mempunyai nomor telepon yang aktif, baik milik pribadi, orang tua, maupun wali.

2.   Bagi pengajar PAUD, sekolah dasar, dan menengah, wajib terdaftar di Dapodik dan statusnya aktif. Calon penerima pada jenjang ini juga diharuskan untuk mempunyai nomor telepon yang aktif.

3.  Bagi peserta didik pada jenjang perguruan tinggi (mahasiswa), wajib sudah terdaftar di Pangkalan Pendidikan Tinggi (PDDikti). Mahasiswa yang dapat menerima bantuan ini statusnya harus masih aktif dalam perkuliahan atau pun sedang menyelesaikan gelar ganda. Selain itu, mahasiswa juga diharuskan mempunyai nomor telepon yang aktif.

4.    Bagi pengajar pada jenjang perguruan tinggi (dosen), wajib sudah terdaftar di PDDikti dan statusnya aktif. Dosen yang dapat menerima bantuan ini diwajibkan mempunyai Nomor Registrasi Nomor Induk Dosen Nasional, Nomor Urut Pendidik, atau Nomor Induk Dosen Khusus. Sama seperti calon penerima yang lain, dosen juga diharuskan mempunyai nomor telepon yang aktif.

 

Kalau kamu sudah memenuhi persyaratan dan kriteria di atas, kamu perlu memastikan apakah nomor telepon kamu sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau belum. Buat kamu yang nomor teleponnya belum terdaftar, jangan khawatir. Begitu pula kalau kamu sudah mengganti nomor lama yang sebelumnya sudah terdaftar. Kamu masih bisa mendapatkan bantuan tersebut dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut.

1. Segera melapor kepada pimpinan satuan pendidikan

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan ialah melaporkan bahwa nomor kamu belum terdaftar atau baru saja mengganti nomor. Pihak sekolah/perguruan tinggi akan memfasilitasi kamu untuk mendaftarkan nomor yang baru supaya bisa mendapatkan bantuan kuota internet. Yang perlu diperhatikan, proses tersebut harus dilakukan sebelum masa penyaluran. Jadi, kamu harus terus mencari informasi terbaru dari satuan pendidikan supaya tidak terlewat dari masa penyaluran 

  2. Pihak Satuan Pendidikan Akan Memprosesnya

Langkah kedua ini dilakukan oleh pihak satuan pendidikan. Pihak tersebut akan mengirim Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTMJ) mengenai nomor baru yang akan didaftarkan ke laman yang telah disediakan. Kamu sebagai calon penerima cukup menunggu informasi selanjutnya.

Adanya kuota gratis yang diberikan oleh pemerintah melalui Kemendikbud Ristek tentu menjadi angin segar bagi para pelajar dan pengajar. Pasalnya, sering kali pelajar atau pun pengajar mengeluhkan makin banyaknya kuota internet yang dibutuhkan selama pembelajaran daring. Hal itu wajar saja terjadi, terutama apabila pembelajaran dilaksakanan secara sinkronus melalui aplikasi video conference. Tak jarang ada pelajar yang terpaksa tidak mengikuti pembelajaran karena tidak bisa membeli paketan.

Permasalahan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk kembali menggelontorkan subsidi kuota. Dengan begitu, pelajar tetap bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dan pengajar mampu menunaikan tanggung jawabnya dalam memberikan pembelajaran. Walaupun tidak dapat dimungkiri masih adanya kendala yang harus dihadapi, seperti tidak stabilnya jaringan internet.

Sama seperti sebelumnya, penerima bantuan hanya bisa menggunakan kuota tersebut untuk mengakses situs-situs pendidikan. Hal itu diterapkan supaya bantuan kuota internet tidak disalahgunakan, seperti untuk membuka situs-situs hiburan.


Posting Komentar untuk "Kemendikbud Ristek Akan Segera Menyalurkan Bantuan Kuota Internet, Cek Ketentuannya"